Yuk Berbagi kisah mengenai #KeajaibanDo’a

18 07 2013

Pengumuman-pengumuman

 

Tolong yang lagi makan berhenti dulu, yang mau mandi ditunda dulu, yang masih tidur bangunkan dulu. Karena ini kesempatan langkah!…

Setelah gue ngajuin tema antologi cerpen tentang ‘Keajaiban Do’a’ ke Penerbit Wahyumedia, akhirnya dapat respon  positif. Gue disuruh ngirim naskah keseluruhan. Biar dinilai oleh para redaksi Wahyumedia.

Berikut aturan Mainnya

  1. Naskah bertemakan Keajaiban Do’a (Harus Karya asli buatan kamu sendiri dan bukan hasil meniru)
  2. Genre boleh Agama, cinta  atau drama
  3. Boleh menceritakan kekuatan do’a untuk masalah cinta, rezeki, dan keluarga
  4. Boleh menceritakan kemenangan terhadap musuh setelah berdo’a
  5. Boleh menceritakan kejadian mistik  dalam berdo’a
  6. Boleh  menceritakan hal yang berhubungan dengan  do’a –do’a yang lain. Dan lain sebagainya.
  7. Boleh Happy Ending atau Sad Ending.

Tentang Naskah

  1. Diketik di kertas A4,
  2. Maksimal 2 naskah untuk tiap penulis
  3. Naskah Boleh patungan, duet atau kalaborasi dengan penulis lain. tapi royaltinya juga dibagi :D
  4. 7—10 halaman, tambahkan lampiran cv (biodata) dalam satu file.
  5. Biodata narasi di taruh di akhir naskah dan CV (Curiculum Vitae) dibuat lampiran sendiri berisi (Nama asli, nama pena bila ada, alamat, telepon, alamat email, dan akun twitter wajib punya, kalau gak bikin dulu, ini untuk kepentingan promo).
  6. Font Times New Roman 12pt, spasi 1, margin satuan 1cm (top, bottom, left, dan right)
  7. File dinamai #KeajaibanDo’a-Judul Naskah-Nama Penulis, Contoh #KeajaibanDo’a-Menembus Langit Ke 7-Mahatva Koemala

Kirim Naskah

  1. Isikan Subjek Email #KejaibanDo’a
  2. File naskah dilampirkan dan biarkan badan email tetap kosong
  3. kirim naskah kalian ke adva.yodha@gmail.com (Naskah ditunggu sebelum 30 Juli)

 

NB: Akan dipilih 13 Naskah terbaik, bahkan bisa lebih jika naskah yg lain dianggap layak dibukukan, Ketentuan mutlak lolos tidaknya naskah ada di tangan Redaksi Wahyumedia,  jadi kirim naskah terbaik kalian. Sukses Selalu ya, dan jangan lupa sebarkan Info ini.

 

 

Tembusan:

Redaksi Wahyumedia sebagai laporan

 





Konsep Pengendalian OPT

25 03 2010

KONSEP PENGENDALIAN OPT (ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN)

Nama: ADITYA MAHATVA YODHA

NIM: 0910480177

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI MALANG2010

Kata Pengantar

Salah satu tantangan yang dihadapi umat manusia dewasa ini adalah

“sustainability” = “keberlanjutan”, yaitu keinginan untuk menggunakan sumber daya alam tanpa menghabiskannya atau merusak lingkungannya. Tantangan ini menjadi besar karena dengan kekuatan bahan kimia dan tenaga mesin adalah mudah bagi manusia untuk merusak lingkungan dan menghabiskan sumber daya alam. Karena itu, sangat penting bagi setiap orang yang terlibat dalam penggunaan lingkungan alam untuk memiliki pemahaman yang sama dan pengertian yang cukup mendalam mengenai dampak lingkungan dari kelakuannya. Dalam hubungan ini, pelaksanaan Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat merupakan upaya menyatukan persepsi petani perkebunan mengenai dampak ekologis pestisida kimia dan manfaat musuh alami,

termasuk yang telah dikembangkan menjadi agens hayati. Dalam kehidupan di alam, setiap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) mempunyai musuh alami. Biasanya perkembangan populasi OPT dikendalikan secara alami oleh musuh alaminya. Sejak tahun delapan puluhan, kehadiran musuh alami kembali dimanfaatkan dalam pengendalian OPT melalui pendekatan agro-ekosistem. Untuk kepentingan ini baik

petani maupun penyuluh dan pengamat hama perlu mengenal semua jenis OPT yang ada

di dalam kebun baik hama maupun penyakit, dan juga musuh alaminya.

1. Pendahuluan

Permasalahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan kendala utama dalam peningkatan dan pemantapan produksi tanaman pangan. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi pengendalian OPT, maka upaya penerapan pengendalian secara terpadu diharapkan semakin baik, meluas dan memasyarakat. Teknologi tersebut selanjutnya berkembang menjadi teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Teknologi ini harus dapat disebarluaskan melalui komunikasi pembangunan karena teknologi pengendalian hama terpadu yang merupakan salah satu teknologi yang dapat menjamin produktivitas, nilai ekonomi usahatani dan dapat mempertahankan kelestarian ekosistem.

Petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian sering menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan terutama untuk penyakit-penyakit yan sulit dikendalikan, misalnya penyakit yang disebabkan oleh virus dan patogen tular tanah (soil borne pathogens). Pada tanaman hortikultura, pestisida sintetis merupakan andalan pengendalian yang utama. Penyakit bercak ungu (trotol) pada bawang merah dan bawang putih merupakan salah satu penyakit yang sampai sekarang sulit dikendalikan. Pada beberapa daerah misalnya di Brebes dan Tegal, bawang merah merupakan tanaman andalan petani. Petani cenderung menanam sepanjang tahun tanpa memperhatikan faktor lingkungan. Untuk mengendalikan penyakit ini petani cenderung menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dilakukan petani antara lain karena modal yang ditanam dalam usaha tani cukup besar sehingga petani tidak mau menanggunag resiko kegagalan usaha taninya, konsumen menghendaki produk hortikultura yang bersih dan cantik (blemish free) dan kurang tersedianya pengendalian non kimia yang efektif.

Penggunaan pestida yang kurang bijaksana seringkali menimbulkan masalah kesehatan, Pembangunan penyakit tumbuhan secara hayati merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT) yang sesuai untuk menunjang pertanian berkelanjutan karena pengendalian ini lebih selektif (tidak merusak organisme yang berguna dan manusia) dan lebih berwawasan lingkungan. Pengendalian hayati berupaya memanfaatkan mikroorganisme hayati dan proses-proses alami. Aplikasi pengendalian hayati harus kompatibel dengan peraturan (karantina), pengendalian dengan jenis tahan, pemakaian pestisida dan lain-lain.

Perkembangan hasil penelitian tentang berbagai agensia hayati yang bermanfaat untuk mengendalikan patogen pada tanaman, sebenarnya sudah cukup menggembirakan, walaupun masih relatif sedikit yang dapat digunakan secara efektif di lapangan. Komponen ini jelas berperan dalam peningkatan peranan Fitopatologi Indonesia dalam pengamanan produksi dan pelestarian lingkungan.

2. Konsep Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

2.1     Pengertian OPT

Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim

(Anonymous,2010)

2.2     Pengendalian hayati yang ekologis dan berkelanjutan

Pengendalian hayati adalah pengendalian dengan cara memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan OPT termasuk memanipulasi  inang, lingkungan atau musuh alami itu sendiri. Pengendalian hayati bersifat ekologis dan berkelanjutan. Ekologis berarti pengendalian hayati harus dilakukan melalui pengelolaan ekosistem pertanian secara efisien dengan sedikit mungkin mendatangkan akibat samping negatif bagi lingkungan hidup. Sedangkan berkelanjutan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk bertahan dan menjaga upaya agar tidak merosot atau menjaga agar suatu upaya terus berlangsung.

Pengendalian hayati memiliki arti khusus, karena pada umumnya beresiko kecil, tidak mengakibatkan kekebalan atau resurgensi, tidak membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan dan tidak memerlukan banyak input luar.

Pengendalian hayati yang ekologis dan berkelanjutan mengacu pada bentuk-bentuk pertanian sebagai berikut :

  1. Berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang ada. Misalnya keanekaragaman mikroorganisme antagonistik dalam tanah atau di rizosfir (daerah sekitar perakaran) dengan mengkombinasikan berbagai komponen system usaha tani yaitu tanaman, tanah, air, iklim dan manusia sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang paling besar.
  2. Berusaha memanfaatkan pestisida sintetis seminimal mungkin untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan.

Pemanfaatan musuh alami OPT menjadi sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologis karena sumberdaya tersebut dikembalikan lagi ke alam sehingga kualitas lingkungan terutama tanah dapat dipertahankan. Di alam musuh alami dapat terus berkembang selama nutrisi dan faktor-faktor lain (kelembaban, suhu dan lain-lain) sesuai untuk pertumbuhannya. Proses pengendalian hayati mEniru ekologi alami sehingga untuk menciptakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan musuh alami tersebut bisa dilakukan dengan memanipulasi sinar matahari, unsur hara tanah dan curah hujan sehingga sstem pertanian dapat terus berlanjut. Misalnya dengan penambahan bahan organik pada tanaman yang akan dikendalikan. Bahan organik atau residu tanaman adalah media yang kondusif untuk mikrooraganisme yang antagonistik terhadap OPT yang pada dasarnya beraspek majemuk, yaitu sebagai pencegah berkembangnya OPT, sebagai sumber unsur hara dan untuk perbaikan fisik tanah pertanian.

2.3             Mekanisme pengendalian hayati

Beberapa mekanisme pengendalian hayati, antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Antagonisme.  Antagonis adalah mikroorganisme yang mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap mikrooraganisme lain yang tumbuh dan berasosiasi dengannya. Antagonisme meliputi (a) kompetisi nutrisi atau sesuatu yang lain dalam jumlah terbatas tetapi diperlukan oleh OPT, (b) antibiosis sebagai hasil dari pelepasan antibiotika atau senyawa kimia yang lain oleh mikroorganisme dan berbahaya bagi OPT dan (c) predasi, hiperparasitisme, mikroparasitisme atau bentuk yang lain dari eksploitasi langsung terhadap OPT oleh mikroorganisme yang lain.
  2. Ketahanan Terimbas. Ketahanan terimbas adalah ketahanan yang berkembang setelah tanaman diinokulasi lebih awal dengan elisitor biotik (mikroorganisme avirulen, non patogenik, saptrofit)  dan elisitor abiotik (asam salisilik, asam 2-kloroetil fosfonik) Buncis yang diimbas dengan Colletotrichum lindemuthianum ras non patogenik menjadi tahan terhadap ras patogenik
  3. Proteksi Silang. Tanaman yang diinokulasi dengan stran virus yang lemah hanya sedikit menderita kerusakan, tetapi akan terlindung dari infeksi strain yang kuat. Strain yang dilemahkan antara lain dapat dibuat dengan pemanasan in vivo, pendinginan in vivo dan dengan asam nitrit. Proteksi silang sudah banyak dilakukan, di banyak negara, antara lain Taiwan dan Jepang.

Pengendalian hayati terhadap bakteri tanaman sudah maju penelitiannya, misalnya untuk Agrobacterium tumefaciens yang avirulen, digunakan A. radiobacter yang avirulen. Pupuk organic yang mengandung nitrogen 5 persen atau lebih untuk menekan penyakit layu Xanthomonas solanacearum pada tembakau. Pengendalian hayati penyakit layu bakteri pada jahe disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum antara lain: rotasi tanaman (2-3 tahun), menggunakan pupuk kandang yang matang dan pengaturan drainase kebun yang baik.

2.4     Pengendalian OPT Berdasarkan Konsep Pengendalian hayati

Pengendalian hayati didasarkan pada pemahaman siklus hidup OPT dan mencegah perkembangan OPT tersebut. Untuk mengembankan teknik pengendalian secara hayati maka langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  1. Definisi masalah. Pertama harus dipahami masalahnya apa, mengetahui penyebab penyakitnya, di mana penyebab penyakit bertahan, bagaimana cara menularnya dan memahami faktor-faktor yang mendukung perkembangan ekobiologi dan epidemiologinya. Pada sebagian besar kasus, informasi ini dapat diperoleh dari literature pertanian. Informasi yang dapat diperoleh adalah tingkat kerusakan, periode ketika tanaman rentan, tingkat ambang ekonomi.
  2. Langkah-langkah pencegahan. Langkah selanjutnya analisis praktek budidaya, selangkah demi selangkah. Dengan pengetahuan tentang patogen yang diperoleh selama definisi masalah, orang bias mengetahui apakah praktek budidaya dapat diubah untuk membatasi berkembangnya patogen. Sumber informasi utama dapat diperoleh dari petani.
  3. Langkah-langkah pengendalian. Langkah-langlah pengendalian yang khusus dipertimbangkan, dimulai dari langkah-langkah yang lebih lemah dan kemudian ke yang lebih kuat yang lebih memiliki efek samping lingkungan.

Dalam pengendalian hayati banyak hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan sifatnya yang ekologis dan berkelanjutan. Secara garis besar konsep pengendalian penyakit secara hayati  meliputi hal-hal berikut ini :

  1. Mengenal OPT dan memahami faktor-faktor yang mendukung perkembangan ekobiologi dan epidemiologinya.
  2. Memahami situasi pada saat tertentu, seperti tanda-tanda terjadinya eksplosi, apakah proses penularan penyakit berlangsung biasa atau lambat
  3. Menghindari terjadinya lingkungan yang kondusif untuk perkembangan dan penularan penyakit, misalnya drainase jelek, tumpukan tanaman inang, tanaman yang tidak terpelihara. Keberdaan dan efektifitas agensia hayati dikaitan dalam kondisi seperti ini kurang memberi keuntungan
  4. Memanfaatkan proses pengendalian alami yang berorientasi pada keseimbangan biologi dan ekosistem, maka agensia hayati harus dipantau untuk mempertahankan dan meningkatkan peranannya dalam jangka waktu tertentu
  5. Karena konsep ini mengait dengan system, maka partisipasi dan kepedulian dari pihak-pihak disiplin ilmua terkait perlu ada, sebaiknya secara institusional
  6. Sebagai salah satu alternatif dari PHT, pengendalian hayati harus kompatibel dengan komponen lain, dengan catatan khusus terhadap pestisida sintetis.
  7. 7Pengendalian hayati sebagai satu sub- system yang efektif dapat terwujud dengan mengembangan pengadaan dan proses sub-komponen utama antagonistic, bahan organik, rotasi dengan tanaman/tumbuhan yang bermanfaat
  8. Melakukan eksploirasi, identifikasi, efikasi, perbanyakan dan aplikasi yang sistematik dari antagonis potential
  9. Mengidupkan informasi dua arah antara pengguna, penyuluh dan sumber teknologi pengendalian hayati

10.  memasukkan komponen lain (mekanik, pestisida dan lain-lain) pada situasi epidemik dan pertimbangan lain yang memerlukan tindakan khusus

Kesimpulan

Dari uraian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

a)      Pengendalian secara hayati berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan sumberdaya alam serta memanfaatkan proses-proses alami.

b)      Penelitian tentang pengendalian penyakit tumbuhan secara hayati tidak bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dalam jangka pendek, namun untuk mencapai tingkat produksi stabil dan memadai dalam jangka panjang.

c)      Pengetahuan dan pemahaman yang cukup terhadap OPT dengan penyakit yang ditimbulkannya terutama kalau dikaitan dengan tanaman inang, pola tanam, system pertanian, daya dukung lahan dan system pengendalian pada waktu tertentu perlu diantisipasi dengan cermat dan baik.

d)      Dalam menerapkan pengendalian hayati di lapangan, keperdulian unsure-unsur terkait (peneliti/pakar, penyuluh/petugas proteksi tanaman, petani, tokoh masyarakat, pengambil keputusan perlu terpadu dengan aktif.

e)      Proses pengendalian hayati harus berkelanjutan dan kesempatan sebagai komponen yang kuat dalam PHT akan terwujud dengan menggiatkan koordinasi untuk melakukan eksplorasi, pengadaan agensia, penggunaan di lapangan dan evaluasi terus menerus.

f)        Peluang dan prospek pengendalian hayati penyakit tanaman cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Daftar Pustaka

Anonymous,  2010. Organisme Pengganggu Tanaman.

Available @.http://rudyct.com/PPS702-ipb/05123/yunik_istikorini.htm

Hamid. A, Miftakhul. A, Suharno, dan Yekti. A. 2006 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian.

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang Yogyakarta.

Hidayat,A. 2001. Metoda Pengendalian Hama. Direktorat Pendidikan Menengah

Kejuruan Jakarta.





Wisata Ritual ke Gunung Kawi

23 03 2010

gunung-kawiMALANG – Seperti dataran tinggi lainnya, Gunung Kawi menawarkan keindahan pegunungan asri dengan udara yang menyegarkan. Lebih dari itu, Gunung Kawi ternyata memiliki magnet “lain” yang sangat kuat sebagai daya tarik. Karena bagi sebagian orang, Gunung Kawi adalah salah satu tujuan wisata religius sekaligus simbol kemakmuran.

Memiliki ketinggian 2.860 meter dpl, Gunung Kawi tak pernah sepi pengunjung. Di kaki gunung ini, tepatnya di tengah kota Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, terdapat pesarean (pemakaman) yang sangat terkenal, bahkan hingga ke mancanegara, yakni Pesarean Eyang Kyai Zakaria II atau Eyang Djoego dan Raden Mas Imam Soedjono atau Eyang Soedjo. Konon, keduanya adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro yang berhasil selamat dari peperangan melawan kompeni Belanda, dan kemudian menetap di Gunung Kawi hingga akhir hayatnya.
Memasuki kawasan pesarean, pengunjung disambut gapura selamat datang “Pendopo Pesarean Agung” berbentuk seperti candi lengkap dengan aksara jawa di bagian atasnya. Bagian depan dinding gapura kanan dan kiri terdapat lukisan timbul yang menceritakan aktivitas Eyang Djoego dan Eyang Soedjo semasa hidup, lengkap dengan tahun keberadaan mereka, tahun 1871.
Yang menarik, masih di gerbang pesarean, pengelola juga dipasang papan pengumuman berisi jadwal kunjungan. Ada empat jadwal kunjungan, yakni pagi, siang, malam, dan tengah malam. Jadwal kunjungan pagi dimulai pukul 08.00, siang 14.00, dan malam 19.00. Sementara jadwal berkunjung dan berkeliling pesarean tengah malam dibatasi hanya satu jam dari pukul 24.00.
Selain ziarah di makam kedua bangsawan Yogyakarta itu, di kawasan pesarean juga terdapat dua tempat kunjungan yang sangat dikultuskan etnis Tionghoa, yakni kediaman Tan Kie Lam dan Kuil Dewi Kwan Im.
Mpek Lam—sapaan Tan Kie Lam—adalah warga Tionghoa yang merupakan murid kesayangan Eyang Soedjo. Itu sebabnya, meski Mpek Lam telah meninggal 44 tahun lalu, kawasan Pesarean Gunung Kawi, terutama Kuil Kwan Im dan kediaman Mpek Lam, menjadi tempat tujuan warga keturunan Tionghoa. Bahkan, kehadiran mereka sangat dominan dibanding etnis lainnya. Pluralitas agama ini terlihat sangat harmonis. Ini bisa diwakili dengan letak Masjid Imam Soedjono yang berdiri tak jauh dari Kuil Kwan Im.
Selain lokasinya yang dekat dengan masjid, keberadaan kuil itu tampak mencolok dengan lilin raksasa sebagai simbol dari Ti Kong. Lilin jumbo itu tampak mewah berada di lantai kuil berbahan batu granit. Namun, yang paling menarik dari kuil itu adalah patung Dewi Kwan Im berwarna emas berbahan dasar perunggu setinggi delapan meter yang diletakkan di ruang khusus di depan tempat lilin Ti Kong.
Patung seharga Rp 2,5 miliar itu sumbangan Liem Hong Sien alias Anthony Salim, putra Liem Sioe Ling alias Sudono Salim, pendiri Salim Grup. Patung Dewi Kwan Im dalam posisi Boddhisattva Avalokitesvara itu didatangkan langsung dari Taiwan pada Oktober 2008 lalu. Untuk mempermudah pengiriman, patung dipotong-potong kemudian disambung di Gunung Kawi.
“Penyambungan baru selesai akhir tahun kemarin,” ujar Eko, cucu juru kunci Gunung Kawi.

Masyarakat “Ketiban” Rezeki
Setiap hari kediaman Mpek Lam maupun Kuil Dewi Kwan Im tak pernah sepi pengunjung. Selain berziarah, para pengunjung umumnya mempunyai satu tujuan ngalap berkah (mencari kemakmuran). Bahkan pada hari-hari tertentu jumlah pengunjung bisa berlipat-lipat, mengikuti penanggalan Jawa dan China, seperti hari Jumat Legi, Hari Raya Imlek, dan perayaan Tahun Baru Jawa atau bulan Suro.
Kebetulan di bulan yang diyakini sebagai bulan keramat, tepatnya tanggal 12 Suro atau 9 Januari lalu, diperingati warga Wonosari sebagai haul (hari meninggalnya) Eyang Soedjo. Saat ngalap berkah, para peziarah biasanya menjalani ritual tertentu yang mereka yakini. Setelah itu mereka mencari tempat di sekitar kawasan Pesarean Gunung Kawi untuk menyepi. Yang paling menarik adalah berjibunnya pengunjung duduk di bawah pohon dewandaru. Konon, saat kepala kejatuhan daun dewandaru, keinginan bisa terwujud.
Pengunjung yang tak pernah sepi di Pesarean Gunung Kawi, memberi berkah tersendiri bagi warga Wonosari. Kecamatan di sebelah barat Kabupaten Malang itu berkembang pesat. Penginapan dan hotel tumbuh subur di sepanjang jalan menuju pesarean. Tak ketinggalan kios-kios suvenir khas Gunung Kawi. Oleh-oleh kuliner asli adalah telo (ketela) Gunung Kawi. Bentuknya sangat kecil memanjang seperti ibu jari. Berwarna ungu tua. Bila dimasak terutama dengan cara dikukus, rasanya sangat manis seperti madu.
Lepas dari itu, aliran kejawen yang erat dengan ritual selamatan tampaknya menjadi ladang bisnis tersendiri. Pengunjung tak perlu repot-repot menyiapkan aneka masakan dan sesaji ubo rumpe seperti cok bakal, pisang raja, dan kelapa muda untuk keperluan selamatan, karena di sana ada loket pemesanan tumpeng dan perlengkapan selamatan, lengkap dengan jadwal selamatan.
Menu selamatan, harganya bervariasi mulai dari Rp 35.000-550.000, dan tumpeng ayam Rp 110.000. Harga barang dan keperluan nazar juga bervariasi, mulai dari satu kotak minyak tanah Rp 70.000, seekor sapi Rp 10 juta, hingga menanggap wayang Rp 5 juta





Masjid Tiban di Turen Malang, Jawa Timur

23 03 2010

Wisata rohani tanpa sepeserpun biaya masuk

Bagi awam seperti saya mendengar cerita ada masjid tiban yang katanya tiba2 muncul disuatu bukit di desa Turen Malang itu membangkitkan sebuah imajinansi yg menakjubkan, betapa tidak….kata-kata “disuatu bukit tiba-tiba muncul suatu bangunan masjid yg indah dan bertingkat” terasa benar kesan keajaibannya…dijaman yg modern seperti sekarang ini apa mungkin ?

Itulah yg akhirnya  membawa saya jauh-jauh dari Jakarta menuju Surabaya melampiaskan rasa ingin tahu yg begitu kuat sekalian mudik bersama keluarga. Tinggal di Surabaya beberapa hari menjelang Lebaran Syawal 1429H,harikedua lebaran baru punya peluang untuk menuju Turen,Malang bersama beberapa sanak saudara dari Pandaan.  Diperjalanan tak lupa menyempatkan waktu menyusuri jalan Surabaya_Malang dan melewati Lapindo Porong yg saat ini sudah nampak lebih rapi,diberi tebing yg tertata apik,jalan yg sudah beraspal mulus .Dan di musim lebaran ini satu tempat wisata lagi muncul di area luberan Lapindo.

Mencari wilayah Turen di Malang tidak begitu mudah bagi orang yg belum pernah menginjakkan kaki di sana. Mungkin harus membawa lokal guide agar tidak nyasar…jalannya cukup berliku-liku. Dan untuk menuju lokasi tujuan rambu juga ada tapi tidak cukup besar.

Pintu gerbang Pondok Pesantren Bahaaru Bahri ‘Asali Fadhlaailir Rahma Turen,Malang. Jawa Timur

Jakan menuju Pondok Pesantren hanya beberapa ratus meter dari jalan raya,dan hanya bisa dipakai one way..alias tidak bisa kendaran dari dua arah melewati sekali gus. setelah didalam area komplek masjid (yg sebenarnya adalah Pondok Pesantren yg cukup besar) kita diarahkan menuju areal parkir yg terletak dibelakang pekarangan pesantren yg cukup luas, setelah turun dari mobil baru kita bisa merasakan perasaan yg campur aduk…antara kesan yg selama ini tersimpan di kepala dan kenyataan yg bertolak belakang. Semua bangunan komplek penuh dengan relief seperti candi, dan kita akan berpikir arsiteknya pasti bukan orang sembarangan…walau seluruh bangunan dikomplek pesantren ini belum 100% selesai tapi kita sudah bisa menikmati kemegahannya. Bisa dibayangkan setelah semua selesai pasti pesantren ini bisa dijuluki pesantren yg cukup unik dari segi arsitektur mau pun pengelolaan.

Mushola bagi pengunjung Pondok Pesantren





20 PAC Usung Abdul Rahman

22 03 2010

Syamsul Hadi Dilisting Rendra
KEPANJEN – SURYA- Sebanyak 20 PAC PKB Kabupaten Malang dan 15 elemen masyarakat mengusung Abdul Rahman maju di pemilu kada 2010 ini. Deklarasi digelar di Ponpes Al-Karomah, Desa Curungrejo, Kepanjen, Jumat (19/3) sore.
“Dengan adanya dukungan PAC ini, bukan berarti di PKB ada perpecahan. Namun, jika rekom itu turun ke siapa pun, kami siap mendukung hasil rekom untuk kepentingan partai,” ungkap Ali Murtadlo usai deklarasi.

Ke 20 PAC itu adalah Kalipare, Pagak, Ampelgading, Ngajum, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Tumpang, Jabung, Bululawang, Kepanjen, Kromengan, Karangploso, Wonosari, Gedangan, Bantur, Kasembon, Lawang, Pakisaji, Singosari dan Pakis.

Menurut Ali yang juga dikenal sebagai Ketua Forum PAC PKB ini, ia mendapat informasi bahwa nilai terbaik dari hasil fit and propert test jatuh kepada Abd Rachman. “Kita yakin, Abd Rachman adalah yang terbaik,” kata Ali. Rekom yang kemungkinan turun adalah sebagai bakal cawabup (N2).

Ditambahkan Sa’dullah, Ketua PAC Tumpang, pihaknya melakukan sosialisasi, termasuk masuk ke kantong-kantong NU. “Saat pileg lalu, suara Abdul Rahman mencapai 19.000 meski hanya di Dapil 7. Kami yakin, suara yang akan diperolehnya nanti akan lebih banyak lagi saat pemilu kada,” tutur Dullah.

Sementara Syamsul Hadi, Ketua PAC PKB Sumberpucung yang juga anggota DPRD Kabupaten Malang siap disurvei tim dari Partai Golkar sebagai calon wakil bupati. “Saya senang-senang saja disurvei dan dilirik Pak Rendra Kresna padahal saya tidak ikut pendaftaran di Desk Pilkada DPC PKB,” kata Syamsul ditemui di ruang Fraksi PKB.

Di sisi lain, HM Sanusi, calon bupati (cabup) PKB ini mulai ‘terpikat ‘ pada Ir Hj Yayak Mascheijah, calon wakil bupati (cawabup) yang diusung tiga partai, yakni Hanura, Gerindra, dan PKNU. Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini siap menjalin pendekatan dengan kontraktor bermodal Rp 30 miliar itu.

“Dengan siapapun kami terbuka, apalagi dengan BuYayak. Kami memang belum kenal namun apa salahnya jika melakukan penjajakan,” ujar Sanusi, Jumat (19/3).

Apa figur Yayak ini sebagai pengganti artis dangdut Inul Daratista, yang tak jadi mendaftar ke PKB? Sanusi membantah. Menurutnya, jelang pilkada kurang empat bulan ini, dirinya memang belum menemukan pasangan yang pas. Apalagi salah satu kriteria wakilnya, Sanusi mengincar figur wanita.

Tyas Agung Pramono, Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Malang, mengatakan, tiga partai pengusung Yayak, tak keberatan jika melakukan pendekatan ke PKB. “Bu Yayak memang mulai awal hanya siap sebagai cawabup. Bagi partai pengusung, tergantung siapa yang digandengnya dan deal politiknya dulu,” tegas Agung, Jumat (19/3).(sumber: aditmahatva.wordpress.com)





7 PAC PKB MINTA SANUSI GANDENG INUL

21 03 2010

KEPANJEN-Sebanyak 33 Pengurus Anak Cabang (PAC) mendatangi rumah Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, HM Sanusi, Rabu siang. Kedatangan sejumlah pengurus diantaranya dari PAC Gedangan, Bantur, Dampit, Turen, Ngantang, Wagir dan Tirtoyudo, meminta kepada Sanusi agar dalam Pilkada 2010 sebagai Wakil Bupati bisa menggandeng Inul Daratista. Amanah yang diberikan sejumlah pengurus itu, merupakan tindak-lanjut dari pemberian dukungan majunya Sanusi, yang maju sebagai calon Wakil Bupati dari partai PKB.
“Keinginan yang disampaikan PAC ini, tentu merupakan suatu masukan yang berharga buat saya. Karenanya, saya akan sampaikan keinginan atau amanah ini kepada DPP PKB,” kata Sanusi.
Dijelaskan Sanusi, saat ini tim dari Deska Pilkada DPC PKB maupun dari internal, sudah terus melakukan upaya komunikasi dengan pihak Inul Daratista. Kabarnya, biduaniata dangdut ternama itu memberikan sinyal untuk maju dari PKB sebagai Bupati Malang.
“Kami sudah dekat dengan pihak Inul. Sejauh ini, komunikasi sudah terjadi dan tinggal menunggu kepastiannya saja. Jika memang para pengurus PAC menginginkan saya bersanding dengan Inul, hal itu adalah amanah yang harus saya jalankan. Termasuk, bagaimana nanti hasil dari DPP. Karena bagaimana pun, semua yang menentukan adalah DPP. Termasuk, kalau pun kedepannya Inul urung mencalon dan DPP kemudian menghendaki saya berpasangan dengan calon lainnya,” paparnya.
Ketua PAC PKB Wagir, Ahmad Budiono menjelaskan pengurus ditingkat PAC, sangat berharap agar Inul segera mendaftar sebagai Bupati Malang. Mengingat, Inul punya kans besar untuk mewakili kaum gender.
“Dalam rangka pilkada ini, respon kehadiran Inul sebenarnya sudah ditunggu para konstituennya. Baik dari PKB maupun masyarakat luas. Sehingga, jika memang Inul resmi bergabung dengan PKB, sudah pasti dirinya berikut 33 PAC yang ada didaerah akan berjuang memenangkannya,” ujar Ahmad Budiono.

Sementara itu Anggota Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Malang, H Abdul Mujib Idris yang dihubungi kemarin sore menjelaskan, sampai saat ini utusan Inul belum datang ke PKB. Jika utusan Inul datang, kata dia, akan membahas lagi apakah bisa mendaftar atau tidak.
Selain itu, syarat sebagai calon bupati atau pun wakil bupati harus dipenuhi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni ijazah pendidikan formal. Minimal, calon bupati atau wakil bupati harus memiliki ijazah SMA.
“Untuk ijazah memang harus diketahui secara persis. Karena ini berkaitan dengan syarat calon,” jelasnya.
Untuk diketahui, ijazah minimal untuk calon bupati atau pun wakil bupati yakni ijazah SMA. Sementara berkembang informasi bahwa Inul hanya memiliki ijazah SMP saja. Namun kepastian tentang hal ini belum dikonfirmasikan kepada pihak Inul.
Secara terpisah, Ketua Desk Pilkada, DPW PKB Jatim, Mas’ud Adnan memastikan belum pernah dihubungi Inul maupun utusannya. Karena itu pihaknya beranggapan rencana Inul mendaftar di PKB masih sebatas rumor. (van/sit) (malangpost/pm)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.